MEMILIH BUPATI DAN WAKIL BUPATI YANG BERKUALITAS

Oleh:
Machmud Suwandi, S.Ag, MH
Komisioner KPU Kabupaten Demak

Negeri tercinta ini telah memproklamirkan diri sebagai negara hukum. Artinya, segala tindakan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara haruslah dilaksanakan atas dasar hukum dan dapat dipertanggungjawabkan kepada hukum. Demikian pula halnya dalam penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah dan wakil daerah (pemilukada), khususnya pemilihan bupati dan wakil bupati. Sejak 2003 lalu, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ini dilaksanakan secara langsung oleh rakyat melalui pemungutan suara.

Selama ini, munculnya ekses pemilukada yang berupa pelanggaran yang terjadi, maupun dugaan penyelewengan dalam pemilukada telah diselesaikan melalui jalur hukum. Penyelesaian seperti ini merupakan langkah tepat. Namun patut disayangkan, karena kurangnya bukti atau bahkan ketiadaan bukti dan saksi yang berani memberikan kesaksian yang sebenar-benarnya, menjadikan penegakan hukum menjadi semacam upaya menegakkan benang basah saja alias sia-sia. Buntutnya, pelanggaran demi pelanggaran dan penyimpangan demi penyimpangan pada setiap even ‘pesta demokrasi’ tersebut tetap saja masih ada dan selalu terjadi.

Maka untuk dapat memilih bupati dan wakil bupati yang berkualitas, tidak ada jalan lain kecuali adalah dengan menciptakan pemilukada yang berkualitas. Yaitu, menjadikan kewajiban kita semua, penyelenggara yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), panitia pengawas pemilukada (panwaslukada) termasuk panwaslukada kecamatan dan desa, serta peserta pemilukada dan masyarakat pemilih untuk sama-sama menciptakan penyelenggaraan pemilukada yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber jurdil).

Kepemimpinan Umat

Membicarakan masalah kepemimpinan, sama tuanya dengan usia sejarah manusia. Bahwa umat manusia di dunia ini pada hakekatnya ditentukan oleh beberapa orang saja, yang berstatus sebagai ‘pemimpin’. Oleh karena itu, misi pemilukada mempunyai arah dan tujuan untuk memilih profil pemimpin yang amanah, jujur bertanggung jawab, yang mampu mengayomi dan melindungi umat.

Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, maka rambu-rambu dalam penyelenggaraan pemilukada harus dipatuhi semua pihak. Tahapan dalam pencalonan pun harus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan penyelenggara.

Selain itu, persyaratan bupati dan wakil bupati pun harus lolos ‘verifikasi’ dan ‘seleksi’ administrasi maupun nonadministratif. Indikator calon bupati dan wakil bupati yang didambakan (berkualitas), adalah ; pertama, orang yang amanah, yakni orang yang terbaik menurut ukuran manusia dan ukuran dari Allah SWT.

Kedua, orang yang mampu berinteraksi dengan lingkungan, yaitu orang yang mampu menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dan menyatukan dirinya dengan sistem tata sosial yang berlaku. Ketiga, orang yang mempu memberikan contoh teladan yang baik, yaitu orang yang sikap perilakunya sesuai dengan norma yang berlaku.

Keempat, orang yang mampu meyakinkan orang lain dan membangkitkan motivasi kepada rakyatnya. Kelima, orang yang mampu mendinamisir organisasi, yaitu mengembangkan, menumbuhkan dan mengaktualisasikan organisasi kepemerintahan.

Keenam, orang yang mampu mengarahkan, menggerakkan dan mengendalikan organisasi menuju pembaharuan dan konsisten terhadap kemajuan, serta ketujuh, orang yang memiliki kepribadian/sifat yang merupakan syarat ideal seorang calon pemimpin, Antara lain memiliki ; sifat jujur (sidiq), bersikap wajar, bertindak tegas (tablig), berpenampilan sederhana, berjiwa besar (amanah), memiliki pandangan jauh ke depan (fatonah), selalu mawas diri, dan memiliki sense of responsibility yang tinggi.

Indikator tersebut di atas adalah bersifat redaksional ideal, yang tentu saja tidak bakal terpenuhi secara akumulatif. Meski demikian setidaknya dalam tatanan wacana telah ditempuh langkah-langkah menuju terpilihnya pemimpin (bupati dan wakil bupati) yang terbaik.

Dunia politik merupakan misteri jangkauan manusia. Sudah berusaha keras untuk menggapai pemimpin yang ideal dan berkualitas dengan memilah dan memilih kriteria yang telah disebut di atas, namun kenyataannya bisa berbalik dan bertolak belakang.

Kita tidak perlu pesimis. Kita berjuang terus untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas. Alangkah mulia dan menggembirakan, apabila kita mendapatkan bupati dan wakil bupati ideal yang kita dambakan. Karena, di wilayah ini akan segera terwujud suatu kemakmuran, keadilan, ketenteraman, kedamaian dan ketenangan hidup seluruh warganya. Baldatun tayyibatun wa rabbun gafūr. Amin. (Disarikan dari berbagai sumber oleh Machmud Suwandi)

5 responses to “MEMILIH BUPATI DAN WAKIL BUPATI YANG BERKUALITAS

    • Betul! Di era globalisasi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini ini, generasi muda harus berusaha keras untuk menundukkan dunia dengan bekal IPTEK dan IMTAQ!

      Terima kasih.
      (Machmud Suwandi)

    • Betul! Di era globalisasi informasi dan komunikasi sekarang ini, generasi muda harus selalu membekali diri dengan IPTEK dan IMTAQ.

      Terima kasih.
      (Machmud Suwandi)

  1. Mari kita sambut pemilu kada Demak 2011 dengan memilih pimpinan yang amanah , jangan karena uang atau materi pilihan jadi berubah. Begitu juga KPUD Demak harus jadi yuri yang adil. Mari kita sukseskan pemilu KADA Demak. Salam dari Pesisir Demak

    • Mohon doa restunya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah dan inayahNya. Amin!

      Terima kasih.
      (Machmud Suwandi)

Komentar ditutup.